Anggaran Pengadaan Takjil Ramadan Tahun Ini Terjun Bebas, Pemkab Tuban Sebut karena Efisiensi
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban menyiapkan anggaran Rp81 juta untuk pengadaan makanan dan minuman aktivitas lapangan, kegiatan takjil Ramadan tahun 2026 di Masjid Agung dan Fathurrohmat di Komplek Pendopo Kridho Manunggal Tuban. Jumlah anggaran tersebut menurun cukup signifikan dibandingkan dengan pengadaan makanan dan minuman kegiatan takjil Ramadan pada tahun 2025 lalu, sebesar Rp204 juta.
Mengutip dari laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Sirup LKPP) (sirup.inaproc.id), Jumat 20 Februari 2026. Paket dengan nama pengadaan makanan dan minuman aktivitas lapangan kegiatan takjil Masjid Agung Tuban dan masjid Fathurrohmat tersebut memiliki kode RUP 65539249.
Paket ini berada di satuan kerja Sekretariat Daerah dengan metode pemilihan pengadaan E-Purchasing. Total pagu anggaran pada paket ini, tercatat sebesar Rp81.750.000 yang bersumber dari APBD tahun 2026. Untuk volume pekerjaan paket ini tercantum sebanyak 4.500 paket dengan uraian pekerjaan snack rapat/kegiatan, makanan rapat/kegiatan.
Sementara itu pada tahun 2025 lalu, pagu anggaran pengadaan makanan dan minuman aktivitas lapangan kegiatan takjil Ramadan Masjid Agung Tuban dan Fathurrohmat mencapai Rp204.750.000. Dengan volume pekerjaan sebanyak 10.000 porsi serta dengan spesifikasi pekerjaan berupa snack rapat/kegiatan, makanan rapat/kegiatan.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Tuban, Arif Handoyo menyampaikan, Pemkab Tuban setiap tahun menganggarkan pengadaan makanan dan minuman aktivitas lapangan, kegiatan takjil ramadan tahun 2026 di Masjid Agung dan Fathurrohmat di Komplek Pendopo Kridho Manunggal Tuban.
"Benar, tahun ini dianggarkan Rp81.750.000," terang Arif Handoyo saat dikonfirmasi.
Dia menjelaskan, untuk anggaran pengadaan makanan dan minuman kegiatan takjil Ramadan tahun 2026 di Masjid Agung dan Fathurrohmat menurun dibandingkan dengan pengadaan pada tahun 2025 lalu. Penurunan itu, dikarenakan adanya efisiensi.
"Iya, salah satunya karena efisiensi," pungkas Arif.
Advertisement