Polda Jatim Pastikan Arus Mudik Aman, Angka Kecelakaan Turun 37 Persen
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan dalam pengamanan lalu lintas pasca Operasi Ketupat Semeru 2026. Dalam kegiatan ini, Irjen Pol Nanang Avianto selaku Kapolda Jatim langsung melakukan pantauan udara, Jumat 27 Februari 2026.
Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan kegiatan tersebut dilaksanaka guna memastikan situasi kamtibmas di Jatim tetap aman dan kondusif pada arus balik mudik lebaran 2026. Sebab, masih ada pergerakan arus balik mudik Lebaran yang diprediksi terjadi hingga Minggu 29 Maret 2026. "Masih ada sisa arus balik lebaran yang tetap akan menjadi atensi untuk mendapatkan layanan pengamanan," kata Abast.
Ia mengungkapkan, meski terjadi peningkatan pada yang keluar masuk wilayah Jawa Timur selama Operasi Ketupat Semeru 2026, namun situasi masih terkendali dan tidak terdapat gangguan Kamtibmas yang menonjol.
Bahkan kepadatan arus lalu lintas yang sempat terjadi di sejumlah titik juga dapat segera diurai sehingga lalu lintas kembali lancar.
Suksesnya Operasi Ketupat Semeru 2026 juga bisa dilihat dari angka kecelakaan lalu lintas yang turun hingga 37 persen dibanding sebelum pelaksanaan operasi. "Sebelum Operasi Ketupat Semeru kita laksanakan kegiatan tercatat kejadian laka lantas di wilayah Jawa Timur ada 1.188 kejadian dan selama 13 hari Operasi Ketupat Semeru ada 751 kejadian," ujar Abast.
Abast juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) guna mengatur waktu perjalanan arus balik agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.
Selain itu, ia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat 110 bebas pulsa yang siaga 24 jam untuk mendapatkan bantuan kepolisian.
Advertisement