Waspada, Hantavirus Ditemukan di Jatim
Penyebaran virus baru berjenis Hantavirus mulai ditemukan di Jawa Timur. Kasus tersebut menyerang seorang pasien dewasa pada Januari 2026.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur, Prof Erwin Astha Triyono mengatakan, pasien tersebut telah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.
"Kalau data dari Kemenkes ada satu pasien bulan Januari. Tapi pasiennya sudah baikan, sudah sembuh," kata Erwin.
Ia menjelaskan, pasien tersebut terdiagnosis leptospira yang merupakan bakteri berbentuk spiral (spiroset) penyebab penyakit leptospirosis (kencing tikus).
"Karena demam dan kuning, makanya saat itu dirawat dengan leptospira. Tapi, karena ada deman dan kuning, itu menjadi acuan dari Kemenkes untuk diperiksakan dengan dugaan hantavirus dan diperiksakan sekalian di Labolatorium Kemenkes, ternyata positif,β ujarnya.
Namun, Erwin enggan menjelaskan asal dan usia pasien yang pernah terkena hantavirus seccara rinci.
Pasca kasus tersebut, ia menegaskan, saat ini sudah tidak ada lagi laporan kasus hantavirus di Jatim.
Namun demikian, Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri untuk mencegah penularan virus.
"Pokoknya jangan sampai kita terkontaminasi atau kontak dengan produk-produk yang terkontaminasi oleh tikus gitu aja. Itu yang lebih banyak. Meskipun belum terdeteksi ya antara penularan manusia ke manusia," pungkasnya.
Ia juga mengingatkan apabila masyarakat mengalami gejala sakit agar dapat segera melakukan pemeriksaan ke layanan kesehatan terdekat. Sehingga, dapat tertangani dengan cepat.
Advertisement