Istiqomah dalam Taat Merepotkan? Ini Penjelasan Khusus Ulama Pesantren
Apa pun pilihan hidup di dunia tidak ada yang bisa menghindari repot. Memilih memperturutkan hawa nafsu direpotkan dengan berbagai dosa dan kemaksiatan.
Memilih Istiqomah dalam ketaatan pasti direpotkan dengan ibadah.
Manusia yang paling bahagia adalah manusia yang paling repot dalam ketaatan kepada Allah SWT. manusia yang selalu dalam ketaatan kepada Allah tidak merasa repot. Jika ketaatan tersebut dilakukan dengan: sabar, hati yang tulus dan ikhlas justeru kerepotan dalam beribadah akan terasa nikmat.
Se-senang apapun di dunia sifatnya sementara tidak ada yang abadi. Karena hanya ada di Surga kesenangan yang abadi..
في الجنه : حب بلا فراق
Cinta tanpa perpisahan hanya ada di Surga
في الجنه : فرح بلا أحزان
Kesenangan tanpa kesedihan hanya ada di Surga
في الجنه : لا تعب ولا شقاء
Tiada letih dan tiada kerugian hanya ada di Surga
Sebaliknya se-sengsara apapun di dunia ini juga sementara tidak selamanya...., karena sengsara yang abadi hanya ada di Neraka.
كل نعيم زائل إلا نعيم أهل الجنة،
" Setiap kenikmatan ( kebahagiaan ) itu, pasti akan berlalu, kecuali kenikmatan ( yang dirasakan oleh ) penduduk Surga.
وكل غم زائل إلا غم أهل النار
Dan setiap kesedihan ( duka cita ) itu akan berlalu, kecuali kesedihan ( yang dirasakan oleh ) penduduk Neraka "
( Al-Hasan Al-Bashri : Al-Mujaalasah wa Jawaahirul 'Ilmi hal : 1591)
إذا تعب العبد قليلا استراح طويلا،
Jika seorang hamba mau berletih sebentar (beribadah), maka dia pun akan bisa beristirahat panjang,
وإذا تحمل مشقة الصبر ساعة قاده لحياة الأبد،
Apabila dia mau untuk memikul beratnya kesabaran ( beribadah ) sebentar, maka hal tersebut akan mengantarkannya menuju kesenangan abadi,
وكل ما فيه أهل النعيم المقيم فهو ثمرة صبر ساعة.
Semua yang dinikmati oleh orang-orang yang mendapatkan kenikmatan abadi adalah buah dari kesabaran sesaat (di dunia) "
( Imam Ibnul Qayyim : Miftaah Daaris Sa’aadah II / 895 ).
Renungan dan Nasihat
Dengan cara yang haram atau cara yg halal, tetap saja jatah rezekimu tak akan bertambah.
Dengan cara berlari atau berjalan, tetap saja jatah rezekimu tak akan berkurang.
Maka hendaknya kita beratawakal kepada Allah dan menempuh jalan yang baik dlm mencari rezeki.
Jangan sampai hanya secuil nikmat dunia, kemudian kita rela menukarkan dengan penderitaan dan kesedihan yang tiada tara di kehidupan akhirat.
Ingatlah, kita hidup di dunia hanya sebentar rata-rata hanya sampai 60-80 tahun, namun pertanggung jawabannya di akhirat hingga ribuan tahun.
Lantas mengapa kita sampai rela meninggalkan shalat, berbuat aniayaya, menipu, korupsi, mencuri, memakan riba dan mendzalimi hak orang lain ?
Apakah karena hanya untuk makanan yang enak ? Mobil yang mewah ? Rumah yang megah ?
Pasangan yang rupawan ? Barang-barang yang branded? Jalan-jalan keluar negeri ? Popularitas?
Padahal sudah jelas hakikat dunia. Meski seindah dan semegah apapun kehidupannya, pada akhirnya tetap akan kita tinggalkan cepat atau lambat. Meski dengan sekuat tenaga dan berusaha keras kita untuk menggenggam dan mengejarnya, tetap saja semua akan berakhir dan rusak. Dan tidak kah kita senantiasa mengingat, bahwa akan ada hari-hari berat di hadapan kita setelah ini..
Hari pada saat sakitnya sakaratul maut. Hari dimana tentang sempit dan ngerinya azab kubur. Hari ketika terik dan panasnya padang mahsar.
Hari tentang panjangnya hisab. Hari dimana tentang menerima catatan amal dari sebelah kiri atau kanan. Hari dimana tentang licin, tajam, dan gelapnya jembatan shirat. Hari dimana tentang perih, pedih, tangis dan sakitnya siksa neraka.
Ya Allah, jika hari ini diatara kami masih ada yg memakan harta haram, riba, menipu dan berbuat dzalim, maka beri kesempatan ia untuk bertaubat,
Ampunilah kami, berikan hidayah kepada kami, cukupi kami dengan yang halal serta perbaikilah keadaan negeri kami.
Semoga kita dan seluruh keluarga kita selalu bertakwa kepada Allah, giat dan ikhlas beribadah, semoga kita semua menjadi ahli Surga.
Aamiin....!!!
Semoga Bermanfaat. Wallahu a'lam.
Advertisement