Unej Luncurkan Mobil Hemat Energi dan Gokart Listrik Pertama di Jember
Universitas Jember (Unej) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Otomotif Fakultas Teknik.
Hari ini, Senin, 06 Oktober 2025, secara resmi meluncurkan dua produk inovasi terbaru mobil hemat energi bernama Wilabrata dan gokart listrik Basundara.
Rektor Unej, Iwan Taruna, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras mahasiswa UKM Otomotif yang konsisten menghadirkan karya sejak lebih dari satu dekade.
Sejak 2013 UKM Otomotif sudah punya histori yang bagus. Pada tahun 2015 sempat meraih juara satu di kontes mobil listrik dan di tahun 2023 berhasil meraih juara tiga di Mandalika.
“Peluncuran hari ini bukan hanya simbol, tetapi bukti komitmen adik-adik untuk terus berinovasi,” katanya, Senin, 06 Oktober 2025.
Iwan merinci, mobil Wilabrata dirancang sebagai mobil hemat energi dengan efisiensi tinggi. Sedangkan Basundara menjadi go-kart listrik pertama yang dibuat di Jember. Keduanya akan berlaga di ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) dan PLN ICE tahun 2025.
Mahasiswa UKM Otomotif juga akan menjadi bagian dari peserta Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) tingkat nasional, yang akan digelar di Jember pada 23–26 Oktober mendatang. Kompetisi tersebut akan melibatkan 68 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
“Kampus ini akan kita sterilkan selama kegiatan KMHE. Karena seluruh kegiatan lomba akan dipusatkan di sini. Dampaknya tentu positif, hotel dan restoran di Jember juga akan mendapatkan manfaat. Lebih dari itu, acara ini juga mempromosikan kota tercinta kita,” jelasnya.
Sementara itu, Manager UKM Otomotif, Kaisar Karisma Dewa, mengungkapkan kebanggaannya atas inovasi yang telah diwujudkan timnya. Basundara adalah gokart listrik pertama di Jember. Basundara merupakan bentuk adaptasi terhadap tren energi terbarukan.
“Mobil listrik memang punya tantangan, terutama pada baterai. Tapi, juga punya keunggulan karena komponennya jauh lebih sedikit dibanding mesin konvensional,” jelasnya.
Sementara mobil Wilabrata dirancang dengan body aerodinamis dan bobot ringan kurang dari 60 kilogram. Mobil tersebut mampu menempuh jarak ratusan kilometer hanya dengan 1 liter bahan bakar.
Pembuatan Wilabrata butuh waktu dua setengah bulan, dengan biaya produksi setara satu unit mobil baru.
“Kendala utamanya tentu soal dana. Biaya produksi satu mobil Wilabrata kurang lebih Rp150 juta. Tapi semangat inovasi membuat kami tetap maju,” pungkasnya.
Advertisement