Jelang Satu Abad Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares Ogah Pasang Target Muluk di BRI Liga 1
Persebaya Surabaya berhasil menutup kompetisi BRI Liga 1 2025/2026 dengan hasil yang cukup memuaskan. Tim berjuluk Bajul Ijo tersebut sukses mengamankan posisi ke-4 di klasemen akhir dengan perolehan 58 poin dari 34 pertandingan yang dijalani.
Pencapaian gemilang ini diraih lewat catatan 16 kemenangan, 10 hasil imbang, dan hanya menelan 8 kekalahan sepanjang musim. Masuk dalam posisi empat besar menjadi momentum penting bagi Persebaya yang terus berupaya mengembalikan kejayaannya sebagai penantang serius gelar juara.
Bagi manajemen dan tim, keberhasilan finis di peringkat keempat bukan sekadar angka mati di atas kertas. Posisi ini menjadi bukti sahih bahwa tim mampu memberikan kebahagiaan nyata bagi para pendukung setianya.
“Sangat penting. Finis di posisi ke-4 tentu lebih baik daripada posisi ke-5. Jika kita finis di posisi ke-4, itu menunjukkan kita melakukan pekerjaan yang bagus membuat suporter bahagia,” ujar pelatih Persebaya, Bernardo Tavares.
Rapor Persebaya Surabaya: Lonjakan Drastis dari Musim Lalu
Keberhasilan Bernardo Tavares membawa Bajul Ijo nangkring di peringkat ke-4 musim ini merupakan sebuah lompatan prestasi yang sangat signifikan jika berkaca pada performa Persebaya di musim sebelumnya.
Berikut adalah tabel perbandingan performa Persebaya Surabaya dalam dua musim terakhir:
Komponen Perbandingan | BRI Liga 1 Musim Lalu (2024/2025) | BRI Liga 1 Musim Ini (2025/2026) |
Pelatih Utama | Paul Munster (Irlandia Utara) | Bernardo Tavares (Portugal) |
Posisi Klasemen Akhir | Peringkat ke-12 | Peringkat ke-4 |
Total Poin | 42 Poin | 58 Poin |
Catatan Kekalahan | Kebobolan banyak poin & finis di papan bawah | Tangguh di GBT & sukses menembus Zona 4 Besar |
Pada kompetisi musim lalu (2024/2025), Persebaya Surabaya yang saat itu masih dinakhodai oleh pelatih Paul Munster harus menyudahi musim dengan hasil yang kurang memuaskan. Bruno Moreira dan kolega sempat terseok-seok hingga terlempar ke papan bawah dan menyudahi kompetisi di peringkat ke-12 dengan hanya mengemas 42 poin.
Namun, kedatangan Bernardo Tavares di musim 2025/2026 membawa perubahan instan dan angin segar di Kota Pahlawan. Persebaya sukses mencatatkan surplus 16 poin ekstra (total 58 poin) dan meroket naik delapan peringkat hingga mengamankan slot bergengsi di posisi ke-4 klasemen akhir.
Menjaga Mentalitas Rendah Hati dan Rencana Transfer Bajul Ijo
Kendati sukses menembus papan atas, juru taktik asal Portugal tersebut menegaskan agar seluruh elemen klub tidak cepat terlena. Menatap kompetisi musim depan, fokus utama tim adalah membangun kedalaman skuad yang sehat sesuai dengan kemampuan finansial klub, sembari menjaga mentalitas tetap membumi.
“Seperti yang saya bilang, kami harus menganalisis semuanya. Mengenai transfer pemain, kami mencari yang terbaik untuk tim sesuai dengan apa yang dimungkinkan oleh manajemen,” imbuh mantan pelatih PSM Makassar tersebut.
Tantangan di musim baru dipastikan bakal jauh lebih berat. Konsistensi permainan akan diuji sejak laga perdana. Namun, alih-alih mengumbar janji manis, Bernardo Tavares memilih bersikap realistis dan enggan memasang target yang terlalu muluk-muluk di depan publik.
“Target kami selalu memenangkan laga selanjutnya. Persebaya sudah lama tidak juara sejak tahun 2004, jadi kita harus tetap rendah hati,” tegasnya.
Menuju Usia 100 Tahun: Bernardo Tavares Minta Bonek Tak Beri Tekanan Berlebih
Musim depan akan menjadi momen yang sangat sakral bagi publik sepak bola Surabaya, sebab klub kebanggaan mereka akan merayakan hari jadi yang ke-100 tahun atau satu abad. Kendati atmosfer perayaan mulai terasa, Tavares berharap Bonek dan Bonita tidak membebani pundak para pemain dengan ekspektasi yang destruktif.
Tavares sangat mengapresiasi gairah luar biasa yang ditunjukkan suporter sepanjang musim ini, baik saat laga kandang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) maupun ketika melakoni laga tandang. Dukungan masif itulah yang menjadi bahan bakar utama bagi perjuangan tim.
“Jangan beri tekanan berlebih meski tahun depan klub berusia 100 tahun. Biarkan kami bekerja dan semoga atmosfer suporter seperti ini bisa terus ada, karena itu memberi energi yang luar biasa,” sambungnya.
Momen Paling Membekas: Militansi Suporter dan Derbi Jatim
Di balik panjang dan melelahkannya kompetisi musim ini, ada beberapa momen emas yang membekas kuat di hati sang pelatih. Selain atmosfer magis di kandang sendiri, militansi suporter saat menyambut tim pasca-laga krusial menjadi hal yang sulit ia lupakan.
“Salah satu hal yang paling saya sukai adalah antusiasme suporter saat kita main di kandang. Saya juga ingat hasil tandang melawan Arema FC, apa yang dilakukan suporter untuk menyambut pemain saat tiba kembali di Surabaya. Tidak mudah menemukan klub dengan gairah sebesar ini,” pungkas Tavares.
Tips Tambahan untuk Optimasi SEO (Saat Upload):
Focus Keywords: Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, Usia 100 Tahun Persebaya, BRI Liga 1 2025/2026, Bonek Persebaya, Paul Munster.
Internal Linking: Tautkan nama "Paul Munster" ke artikel arsip atau berita lama tentang kepelatihannya di Persebaya untuk memperkuat struktur tautan internal website Anda.
Alt-Text Gambar: Skuad Persebaya Surabaya merayakan kemenangan bersama suporter Bonek di Stadion GBT.
Advertisement