Menteri LH Jadikan Jatim Pilot Project Pengelolaan Sampah Nasional
Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faishol menjadikan Jawa Timur sebagai pilot project penanganan sampah di Indonesia. Hal itu disampaikan usai penandatangan kerja sama Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu, 28 Maret 2026 malam.
Dalam penandatanganan tersebut ada dua wilayah aglomerasi yakni Surabaya Raya dan Malang Raya yang menjadi simpul penanganan sampah di Jatim.
Hanif mengatakan, program PSEL ini merupakan arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto dalam memanfaatkan segala potensi untuk menjadi energi. Termasuk persoalan sampah.
“Kita patut berbangga dengan ditandatangani MoU ini merupakan titik penting dalam pengolahan sampah di nasional terutama untuk Jatim,” kata Hanif.
Ia menjelaskan, dalam pengelolaan sampah Jatim merupakan yang terbaik secara nasional. Di mana, angka pengelolaan sampah di Jatim mencapai 52,7 persen, kemudian tingkat pengakhiran open dumping tersisa 44,7 persen.
“Bilamana open dumping tadi disampaikan yang tersisa di Jatim meliputi 44,7 persen dari kabupaten/kota ini mampu diselesaikan oleh Ibu Gubernur, maka sejatinya Jatim pada tahun 2026 ini akan mampu mencatatkan prestasi sampai di angka 80 persen,” tuturnya.
Meski belum 100 persen, namun dengan angka yang ada serta teknologi pengolahan sampah yang mutakhir di Jatim. Hanif menyebut Jatim layak menjadi pilot project bagi provinsi lain.
Dengan penguatan PSEL berbasis aglomerasi ini ia berharap capaian penanganan sampah di Jatim terus meningkat dan dapat merubah persoalan klasik menjadi energi ke depan.
“Tidak gampang tapi teman-teman di Jatim telah mencoba itu dan mencatatkan angka secara riil di angka yang lebih tinggi daripada provinsi lain di seluruh tanah air,” pungkas Hanif.
Advertisement