Menunggu Hilirisasi Komoditas Jagung, Pabrik Bioetanol Diwacanakan Berdiri di Blora
Produksi Jagung di Kabupaten Blora terbesar ke dua di Jawa Tengah, setelah Kabupaten Grobogan. Namun hingga saat ini, belum ada pihak yang tertarik untuk mendirikan pabrik. Hal itu diungkapkan Bupati Blora, Arief Rohman, saat acara Panen Raya Jagung Kuartal I dan Tanam Jagung Serentak Kuartal II yang dilaksanakan di lahan hutan Desa Kutukan Kecamatan Randublatung, Jumat 3 April 2026.
Adapun produksi Jagung di Kabuaten Blora mencapai 482.466 ton pada tahun 2025, meningkat dari 395.409 ton pada tahun 2024. Luas lahan jagung di Blora sekitar 83.235 hektar, naik dari 73.128 hektar sebelumnya.
Meskipun Blora merupakan penghasil jagung yang signifikan, kata bupati, belum ada pabrik pakan di daerah ini. Jagung yang dihasilkan masih berupa jagung mentah dan diangkut keluar daerah oleh pedagang.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Blora berharap adanya hilirisasi industri jagung, seperti pembangunan pabrik pakan, untuk meningkatkan nilai ekonomi bagi petani. "Jika hilirisasi terwujud, nilai ekonomi petani akan meningkat dan kesejahteraan semakin baik,β kata dia.
Untuk diketahui, panen Raya Jagung Kuartal I dan Tanam Jagung Serentak Kuartal II tersebut, merupakan bagian dari upaya strategis memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional.
Dihadiri oleh, Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Yudi Sastro, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani dan Forkopimda Blora, Dandim, Kapolres Blora, serta para petani.
Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan komitmennya dalam mendukung petani dan menjaga stabilitas pangan nasional. βKami melihat langsung semangat luar biasa para petani Blora. BULOG berkomitmen menyerap seluruh produksi jagung yang ada di Blora, baik untuk pakan ternak maupun kebutuhan bioetanol,β ungkapnya.
Terkait peluang komoditas jagung, dia menambahkan, bahwa kebutuhan bioetanol nasional sangat besar, sehingga membutuhkan sekitar 3,2 juta ton jagung. "Ini peluang besar bagi petani karena jagung dapat dipanen dalam waktu relatif singkat, sekitar 3 bulan," ujar Dirut BULOG.
Status Kabupaten Blora sebagai bagian dari daerah penghasil komoditas Jagung terbesar di Jawa Tengah, Kementerian Pertanian RI mewacakankan Blora bisa didirikan pabrik biotanol. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Yudi Sastro, menyampaikan, bahwa pabrik bioetanol akan dimula dari Blora
"Kita garap dari hulu hingga hilir dalam bentuk bioenergi. Tim kami akan turun langsung melakukan pendampingan. Potensi jagung di Blora sangat besar, dan ini saatnya kita kembangkan etanol jagung mulai dari sini," tegas Yudi.
Senada dengan hal tersebut, Panglima Kopassus Letjen TNI Jon Afriandi menekankan pentingnya kedaulatan energi yang lahir dari ketahanan pangan. Ia mengapresiasi langkah Bupati Blora dalam memfasilitasi integrasi tersebut.
"Luar biasa, jagung bukan cuma pangan tapi juga energi. Kita harapkan Blora menjadi pilot project. Sumber dayanya sangat cocok. Mari kita bergerak dari Blora untuk bangsa, meningkatkan ketahanan pangan sekaligus kedaulatan energi Indonesia," ujar Letjen Jon Afriandi.
Advertisement