Warga Blora Demo Pabrik Pengolahan Batu Kapur Tanpa Izin, Ini Tuntutan Mereka
Pabrik pengolahan batu kapur milik PT Pentawira Agraha Sakti didemo warga Desa Jiken, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, pada Jumat, 14 November 2025. Sekitar ratusan warga turut melakukan aksi damai di halaman pabrik yang diduga ilegal tersebut.
Selain berorasi warga membentangkan beberapa spanduk besar yang berisi tuntutan merek. Spanduk tersebut bertuliskan, βAksi DamaiβTanpa Anarki! Kami hanya ingin izin jelas, lingkungan aman, dan warga sejahtera".
Selain perizinan, warga juga menyoroti dampak operasional pabrik terhadap lingkungan sekitar.
βTolak operasional tanpa izin dan kajian dampak lingkungan. Lingkungan bersih, warga sehat!β tulis warga pada spanduk lainnya.
Selain perizinan, warga juga menyoroti dampak operasional pabrik terhadap lingkungan sekitar.
βTolak operasional tanpa izin & kajian dampak lingkungan. Lingkungan bersih, warga sehat!β tulisan salah satu spanduk.
Tidak hanya tentang lingkungan, warga juga menuntut kesempatan kerja yang merata bagi masyarakat lokal.
βBuka kesempatan kerja untuk warga lokal secara transparan! Kerja untuk rakyat, bukan hanya segelintir pihak,β tampak tulisan pada spanduk yang dibentangkan warga.
"Kalau aksi hari ini, sekitar 100 orang," ujar koordinator aksi, Galuh Wicaksono Putro.
Dia menjelaskan, warga di sekitar pabrik mengeluhkan berbagai dampak negatif yang ditimbulkan oleh operasional perusahaan, termasuk debu, kebisingan, dan banjir.
"Banjir yang terjadi pada tahun 2024 bahkan menyebabkan tanaman warga rusak tanpa adanya ganti rugi, meskipun pengajuan sudah dilakukan," ujar Galuh.
Selain dampak lingkungan, warga juga menyoroti kurangnya transparansi dalam rekrutmen karyawan. Ada dugaan bahwa rekrutmen tidak dilakukan secara adil dan transparan, dengan adanya informasi yang beredar mengenai pembayaran untuk mendapatkan pekerjaan.
Warga juga merasa dibohongi terkait janji kompensasi dampak lingkungan yang belum terealisasi. Setelah lebih dari empat bulan dijanjikan, hingga saat ini belum ada kejelasan. Menurut Galuh, warga tidak menuntut jumlah tertentu, namun menginginkan kejelasan mengenai nilai kompensasi tersebut melalui mediasi.
Terkait permasalahan ini, warga ingin untuk bertemu langsung dengan owner PT Pentawira Agraha Sakti, Mbah Liem, agar dapat menyampaikan aspirasi mereka mendapatkan keputusan secara langsung. Warga juga mengancam akan menyetop aktivitas truk jika aspirasi mereka tidak didengarkan, meskipun ada warga yang bekerja di PT tersebut.
"Hari Senin nanti rencananya akan ada pertemuan dengan warga," ujar Galuh usai melaksanakam aksi.
Sementara itu, Manajer Pabrik, Alwin, saat menemui warga menyampaikan akan menyampaikan tuntutan warga pada hari Senin mendatang.
"Saya usahakan 3 hari lagi ketemu sama Pak Liem. Saya coba hubungi Pak Liem lagi, saya tidak berani janji, cuma saya usahakan semaksimal mungkin," ucapnya.
Ketika awak media berusaha mewawancarai Alwin, pihaknya tidak mau berstatemen. "Nggak usah, nggak usah," ucapnya sambil berlalu.
Advertisement